Senin, 07 Desember 2009
" Tanya Hati "
Ach.......
Telah lama kita tak bicara-bicara...
Pada hati yang menyendiri bersimpuh....
Pada hati yang tegak mendongak
Pada hati yang bermuram
Pada hati yang bersolek
Pada hati yang selalu menerima
Pada hati yang selalu berkata tidak
Pada hati yang selalu bicara..
Mana....
Siapa....
Mengapa.....
Bagaimana.....
Pada hatimu ………
Pada hatiku ……..
Pada hati kita….
Saatnya kita bicara sejenak......
" Berkelebatkah bayang masa lalu "
Kini......
Saatnya bicara jujur
Jujur pada hati
Jujur pada diri
Jangan khianati hati
Jangan khianati diri
Ungkapkan rasa " Apa Adanya "
Jika memang itu membuat kita lega...
Jika memang itu membuat kita bahagia
Tapi.....
Jangan pernah paksakan jika semaunya tak pernah ada
Jangan pernah paksakan hatimu untuk membuka
Biarkanlah tergeletak tak berpunya
Biarkanlah..............
Tapi aku hanya ingin katakan satu kalimat buatmu
Agar kau tahu apa yang kumau......
" Maafkan kalau kata itu masih berhak kumiliki dari mu "
" Aku selalu ada jika kau mau,
“ Jika tidak buanglah aku jauh-jauh dari hidupmu....
“ Karena perasaan bersalah akan selalu menghukum......."
Ponty, 20 September 2009
" Suatu Hari "
Hati ini terasa
Kosong……….banget
Ga berdaya….sama sekali
Ga tau….emang ada apa ya
Pengen ketemu denganmu
Suatu ketika
Tapi banyanganmu masih nggak nyata
Masih tersimpan....
Jauh di lubuk hatiku…..
Jumpa
Bukan untuk merajut asa
Hanya untuk menyakinkan kau ada
Tak terucap kata apa yang kumau
Cukup tercipta semuanya di dalam rasa......
Ku cuma perlu tahu....
Tuk tentramkan hati yang resah
Hangatmu membakar sukmaku...
Berbantal lenganNYa
Kuterlelap dalam mimpi indah...
Antara khayal dan nyata....
Secinta-cintanya….
Sengawur-ngawurnya
Kau berada di kedua batas tipis itu...
Tak hendak kutarik garis tegasnya
Biarlah kau apa adanya
Biarlah kau mau apa adanya
Biarlah....
Biarlah.....
Biarlah.....
Dan banyak biar yang lainnya lagi....
Yang aku sama sekali nggak mau cari
Ngapain biar itu ku biarkan
Tergeletak…terbiarkan
Namun tak pernah kuabaikan adanya
Karena darinya aku banya tahu dunia lain
Dunia yang tak pernah ada dalam khayalku sekalipun
Biarlah……
Biarlah
Kau ada apa adanya
Hingga waktu kan mempertemukan kita
Suatu saat...
Suatu ketika....
Suatu hari…….
One day maybe…...
Semunya kan tiba.....
Sebelum kematian menjemputku.....
Ijinkan aku......
" I believe in second change "
West Borneo, 12 September 2009
Rabu, 02 Desember 2009
" Lukaku "
Wahai sang bayu yang berhembus
Ingin sekali aku menyapamu
Ingin sekali aku memelukmu
Agar aku bisa berbagi denganmu
Agar kau tahu perjalanan hidupku
Sakit.....
Perih....
Pedih......
Ada luka yang berbekas dalam hatiku.....
Wahai sang bayu yang berhembus
Ingin sekali aku bertanya padamu
Karena ku tahu kau tak pernah bohong
Karena ku tahu kau tahu apa yang kumau
Dengarlah sang bayu....
Inilah tanyaku padamu
Dapatkah kau sampaikan padanya
Cerita luka yang dia tanamkan padaku
Telah menembus jiwa ku yang paling dalam
Hingga aku tak mampu mengobatinya
Wahai sang bayu yang berhembus
Ingin sekali aku mencurahkan hatiku padamu
Karena ku tahu kau pasti tak akan menolakku
Karena ku tahu kau pasti mendengarkanku
Dengarkanlah aku sang bayu....
Inilah curahan hatiku padamu.....
Luka yang dia tanamkan kepadaku
Aku tidak pernah tahu.....
Kenapa dia lakukan padaku
Dia biarkan begitu saja
Hati dan perasaanku tanpa rasa
Ada banyak kasih untuknya
Ada banyak sayang untuknya
Ada banyak cinta untuknya
Kuberikan jiwa dan hatiku sepenuhnya
Untuk dia..........
Tapi dia balas dengan menorehkan luka itu
Amat dalam menusukkkkkkkkkkkkkkkk
Menusuk mengoyakkan asaku
Hingga aku tak mampu menatap hidup penuh makna
Dengarkan curhatku sang bayu
Katakan padanya jika engkau bersua dengannya
" Apa sesungguhnya salahku....?"
"Apakah aku tak berhak bertanya...?"
"Apakah aku tak berhak berbicara....?"
" Kenapa dia berikan aku pilihan...?"
" Pilihan yang membuatku menjadi pemilih yang buruk "
" Tanyakan kenapa.....?"
Wahai sang bayu yang berhembus
Ingin sekali aku memohon padamu
Dapatkan kau sampaikan pesanku padanya
Tentang isi hatiku padanya
Tahukah wahai sang bayu
Mengertilah wahai sang bayu
Kalau ada rasa sakit yang paling sakit
Kalau ada rasa perih yang paling perih
Kalau ada rasa pedih yang paling pedih
Kalau ada rasa kecewa yang paling kecewa
Kalau ada...........
Kalau ada..................
Kalau ada.............
Inilah yang kurasakan sekarang
Ketika dia pergi tanpa peduli akan aku "
" SEMPURNA SUDAH AKU MEMBELA CINTA UNTUKNYA,
LUKA JUGA AKHIRNYA YANG MENJADI CINTAKU "
Malang, Tumpak Rejo, 7 Oktober 09
" Karenamu "
Hidupku seperti penuh duri
Rindu telah lama menanti
Kasih sampai pergi tak menentu
Cintaku hingga lapus ditelan waktu
Aku tak mampu menanggung rindu
Apakah ini semua " karenamu "
Pontianak, 3 Des 09
Selasa, 01 Desember 2009
Tanyaku
Ada tanya yang hadir tiba-tiba di senja itu
Kenapa kau hadir pada saat aku terluka
Kenapa kau hadir pada saat aku terkoyak
Saat hati ini rapuh ....
Saat mata ini tak lagi mampu manatap arah
Saat bibir ini tak mampu bersuara...
Saat tubuh ini tak mampu tegak berdiri....
Semuanya tanpa makna...
Hambar...
Hampa....
Resah.....
Gelisah.....
Berbaur menjadi senandung rindu yang pilu...
Setiap detik terasa sangat menyiksa buatku
Setiap menit terasa sangat membunuhku.....
Semuanya menimpaku ....
Hingga tak berdaya diriku melawan semuanya
Kau hadir tiba-tiba di senja itu
Ada tanya buatmu pada senja itu
Benarkah dalam luka mengoyak ini
Masih ada rasa cinta yang tersisa.....?
Masih ada rasa sayang untukmu..... ?
Entahlah.........
Yang pasti .......
Sedetikpun sekarang aku tak mampu tanpamu
Kau yang telah memberiku nafas
Kau yang telah mengalirkan darah dalam tubuhku
Kau yang telah memberikan sayang
Kau yang telah memberikan suka
Kau yang telah menghapuskan luka
Masih ada tanya di senja itu
Benarkah cinta memang tak pernah diundang datangnya
Benarkah sayang juga tak pernah tau maunya....
Semuanya datang tak diundang
Semuanya ada secara tiba-tiba
Tanpa rekayasa...
Tanpa perintah........
Hanya hatilah yang mampu bicara
" Terima kasih pada engkau yang telah membangunkan asaku kembali "
Sby, Senja 21 Nov 2009
Minggu, 29 November 2009
" You "
Saat aku merasa sendiri..
Dalam keadaan sunyi, sepi dan senyap...
Kembali khayal tentang mu hadir
Tentangmu .....
Yang mengisi hari-hari senduku
Tentangmu....
Yang menghapus tangisku
Yang menghapus lukaku
Yang mengobati lukaku
Tentangmu......
Yang kembali menyatukan Asaku
Semuanya tentangmu......
Tentangmu dan tentangmu
Tak ada yang lain......
Achhhhhhhhh..........
Tak kupungkiri lagi " tentangmu "
Yang selalu ada dalam denyut nadiku......
Ponty, 26 Nov 2009
" Dingin "
Kasih.......
Kutemui kau di suatu malam
Malam dingin yang menusuk
Kau duduk tenang di kursi itu
Kau biarkan aku menatapmu
Kau biarkan aku memegang tanganmu
" Jangan menatapku seperti itu, nanti kamu terpesona " katamu
Aku hanya tersenyum dalam diam
Ada sesuatu yang aku suka darimu
Dan kau tak perlu tahu apa itu.....
Kasih.....
Malam semakin menjadi dingin....
Kau menggigil.......
Kau kencangkan jaketmu..... " Dingin" katamu
Kau biarkan aku menatapmu dalam
"Jangan menatapku seperti itu, nanti tambah terpesona " katamu padaku
Aku hanya mampu tersenyum saja
Karena ku tahu senyummu penuh makna untukku
Kasih...........
Malam semakin dingin menusuk tulang
Ingin rasanya tangan kokohmu kuraih
Lalu kuingin kau ......
Memelukku.............
Mendekapku......
Dalam dingin yang mengasyikan
Sesungguhnya aku ingin semua itu
Dan kubiarkan akhirnya keinginan itu
Berbaur dan menyatu dalam dingin yang hening
Kasih......
Ketika masih ada dingin yang tersisa
Dalam sepi aku mendesah dalam-dalam
Kenapa kau tak jua tahu apa mauku
Dada ini......
Berdetak kencang
Bergemuruhhhhhh
Berdeguppppppppp
Tak mampu melawan hati.....
Ingin rasanya memelukmu dalam-dalam
Tapi kau juga tak mengerti maunya aku
Kasih......
Dalam dingin yang masih tercecer
Ada tanyaku untukmu....
Apakah sapa dan tatapmu untukku
Adalah ruang untuk membuat rindu dan gelisah ini terlampiaskan...?
Apakah....
Setelah sapa dan tatap mu mengakhiri semuanya
Ketahuilah kasih...
Rindu dan gelisah ini selalu ada untukmu tanpa akhir
Biarkan rindu ini menggunung......
Biarkan dia mengalir dari sudut hatiku yang terdalam
Biarkan semuanya bersatu dalam kepundan hati ini
Kasih......
Ketika dingin benar-benar berhenti......
Kuraba kakimu.....tetap dingin...dingin
Aku mendesah semakin dalam
Kembali kutatap dirimu semakin dalam
Sedalam kasihku padamu.....
" Jangan menatapku seperti itu, nanti nggak mampu meninggalkanku " katamu
Achhhhhhhhhhhhh..........
Achhhhhh...........
Kasih .....
Tidakkah kau tahu
Nafasmu......
Senyummu....
Tawamu....
Rindumu...
Nyanyianmu...
Bahkan marahmu.....
Adalah sebuah " asa " untuk hidupku
Kasih ....
Aku tak mampu berjarak denganmu
Kau hadir dalam setiap hembusan nafasku
Diantara detak jantung yang pilu merindumu
Hanya satu yang kupinta darimu
" Sisakan ruang hati untuk ku di sudut hatimu "
Hanya itu ......
Tak ada yang lain........
Surabaya, 21 Nov 2009
Kutemui kau di suatu malam
Malam dingin yang menusuk
Kau duduk tenang di kursi itu
Kau biarkan aku menatapmu
Kau biarkan aku memegang tanganmu
" Jangan menatapku seperti itu, nanti kamu terpesona " katamu
Aku hanya tersenyum dalam diam
Ada sesuatu yang aku suka darimu
Dan kau tak perlu tahu apa itu.....
Kasih.....
Malam semakin menjadi dingin....
Kau menggigil.......
Kau kencangkan jaketmu..... " Dingin" katamu
Kau biarkan aku menatapmu dalam
"Jangan menatapku seperti itu, nanti tambah terpesona " katamu padaku
Aku hanya mampu tersenyum saja
Karena ku tahu senyummu penuh makna untukku
Kasih...........
Malam semakin dingin menusuk tulang
Ingin rasanya tangan kokohmu kuraih
Lalu kuingin kau ......
Memelukku.............
Mendekapku......
Dalam dingin yang mengasyikan
Sesungguhnya aku ingin semua itu
Dan kubiarkan akhirnya keinginan itu
Berbaur dan menyatu dalam dingin yang hening
Kasih......
Ketika masih ada dingin yang tersisa
Dalam sepi aku mendesah dalam-dalam
Kenapa kau tak jua tahu apa mauku
Dada ini......
Berdetak kencang
Bergemuruhhhhhh
Berdeguppppppppp
Tak mampu melawan hati.....
Ingin rasanya memelukmu dalam-dalam
Tapi kau juga tak mengerti maunya aku
Kasih......
Dalam dingin yang masih tercecer
Ada tanyaku untukmu....
Apakah sapa dan tatapmu untukku
Adalah ruang untuk membuat rindu dan gelisah ini terlampiaskan...?
Apakah....
Setelah sapa dan tatap mu mengakhiri semuanya
Ketahuilah kasih...
Rindu dan gelisah ini selalu ada untukmu tanpa akhir
Biarkan rindu ini menggunung......
Biarkan dia mengalir dari sudut hatiku yang terdalam
Biarkan semuanya bersatu dalam kepundan hati ini
Kasih......
Ketika dingin benar-benar berhenti......
Kuraba kakimu.....tetap dingin...dingin
Aku mendesah semakin dalam
Kembali kutatap dirimu semakin dalam
Sedalam kasihku padamu.....
" Jangan menatapku seperti itu, nanti nggak mampu meninggalkanku " katamu
Achhhhhhhhhhhhh..........
Achhhhhh...........
Kasih .....
Tidakkah kau tahu
Nafasmu......
Senyummu....
Tawamu....
Rindumu...
Nyanyianmu...
Bahkan marahmu.....
Adalah sebuah " asa " untuk hidupku
Kasih ....
Aku tak mampu berjarak denganmu
Kau hadir dalam setiap hembusan nafasku
Diantara detak jantung yang pilu merindumu
Hanya satu yang kupinta darimu
" Sisakan ruang hati untuk ku di sudut hatimu "
Hanya itu ......
Tak ada yang lain........
Surabaya, 21 Nov 2009
Langganan:
Postingan (Atom)